Waktu baca: 5 menit
Di iklim tropis, sunscreen sering harus menghadapi panas, kelembapan, keringat, dan aktivitas luar ruangan. Produk yang terasa nyaman dapat membantu seseorang menggunakannya secara konsisten, tetapi tekstur saja bukan ukuran perlindungan. Saat memilih tabir surya, perhatikan label, cakupan perlindungan, cara penggunaan, dan kecocokannya dengan kulit.
Memahami SPF dan broad-spectrum
SPF menunjukkan tingkat perlindungan terhadap sinar UVB yang berkontribusi terhadap kulit terbakar. Pilih sunscreen broad-spectrum yang melindungi dari UVA dan UVB, dengan SPF 30 atau lebih untuk penggunaan harian. SPF yang lebih tinggi tidak berarti seseorang dapat mengabaikan jumlah pemakaian atau berlama-lama di bawah matahari tanpa perlindungan tambahan.
Pilih tekstur berdasarkan kebutuhan
Gel atau fluid sering terasa ringan bagi orang yang tidak menyukai sensasi berat, sedangkan lotion atau krim bisa lebih nyaman untuk kulit yang mudah kering. Sunscreen berlabel non-comedogenic mungkin menjadi pertimbangan bagi sebagian orang yang rentan tersumbatnya pori, tetapi label tersebut tidak menjamin semua orang bebas jerawat. Untuk kulit sensitif, periksa daftar bahan dan pertimbangkan formula tanpa pewangi jika pewangi biasanya memicu reaksi.
Berapa banyak yang perlu digunakan?
Perlindungan pada label diuji dengan jumlah aplikasi tertentu. Jika sunscreen dipakai terlalu tipis, perlindungan yang diperoleh bisa lebih rendah daripada yang tercantum. Aplikasikan merata ke seluruh area kulit yang terpapar, termasuk telinga, leher, dan punggung tangan bila tidak tertutup pakaian. Ikuti petunjuk produk mengenai jumlah dan waktu aplikasi.
Kapan harus mengaplikasikan ulang?
Secara umum, sunscreen perlu diaplikasikan ulang sekitar setiap dua jam ketika berada di luar ruangan, dan lebih cepat setelah berenang, berkeringat banyak, atau mengeringkan kulit dengan handuk, mengikuti petunjuk label. Sunscreen tahan air pun tidak berarti perlindungan berlangsung tanpa batas. Jika bekerja di dalam ruangan jauh dari jendela, kebutuhan aplikasi ulang dapat berbeda dari kegiatan di bawah matahari langsung; pertimbangkan paparan nyata dan petunjuk produk.
Apakah sunscreen harus dipakai saat mendung?
Radiasi ultraviolet tetap dapat mencapai kulit ketika cuaca berawan. Kebiasaan perlindungan matahari tetap relevan pada hari mendung, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Topi bertepi lebar, pakaian pelindung, kacamata, dan mencari tempat teduh melengkapi sunscreen. Tidak ada satu produk yang membuat paparan matahari tanpa batas menjadi aman.
Bagaimana jika sunscreen membuat makeup menggumpal?
Berikan waktu agar lapisan skincare sebelumnya meresap, gunakan jumlah pelembap yang sesuai, lalu aplikasikan sunscreen merata tanpa menggosok berlebihan. Setelah itu, aplikasikan makeup dengan gerakan menepuk atau menekan ringan. Jika tetap menggumpal, coba sesuaikan kombinasi tekstur atau urutan produk—tetapi jangan mengurangi jumlah sunscreen sampai perlindungannya tidak memadai hanya demi hasil makeup.
Perlukah sunscreen khusus wajah?
Produk wajah sering dirancang dengan tekstur atau hasil akhir yang lebih disukai untuk area wajah, sedangkan sunscreen tubuh dapat memiliki sensasi berbeda. Yang terpenting adalah produk memberikan perlindungan sesuai label, digunakan sesuai instruksi, dan nyaman sehingga dapat diaplikasikan dalam jumlah yang tepat. Hindari area mata jika label menyarankan demikian, dan bilas sesuai petunjuk bila produk menyebabkan iritasi.
Checklist sebelum membeli
- Broad-spectrum dan SPF 30 atau lebih.
- Tekstur nyaman untuk jenis kulit dan aktivitas.
- Petunjuk penggunaan serta aplikasi ulang jelas.
- Kemasan dan informasi produk terbaca dengan baik.
- Tidak menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan pada pemakaian.
Kesimpulan
Sunscreen terbaik bukan sekadar yang sedang populer, melainkan yang sesuai kebutuhan dan digunakan dengan benar. Prioritaskan perlindungan broad-spectrum, SPF memadai, jumlah aplikasi yang cukup, dan pemakaian ulang sesuai aktivitas. Lengkapi dengan pakaian pelindung dan berteduh, serta konsultasikan reaksi kulit yang menetap kepada tenaga kesehatan.
Foto ilustrasi: Unsplash.
